@AbsenRobot
by Mawan.NET

Sampai detik ini, AbsenRobot telah digunakan oleh 5267 grup Telegram. Di antaranya adalah milik lembaga kursus, sekolah, dan perguruan tinggi di Indonesia. Ada 523 grup yang sekarang sedang aktif membuka absensi.

Pindah Server

Mawan A. Nugroho, 22 Juli 2020.

Di luar dugaan, hanya dalam waktu 2½ bulan, tepatnya pada tanggal 22 Juli 2020, AbsenRobot telah dipakai oleh 2360 grup Telegram. Di antaranya adalah grup milik lembaga kursus, sekolah, dan perguruan tinggi. Banyaknya grup ini di satu sisi tentu patut disyukuri, sebab artinya aplikasi buatan saya dipandang berguna bagi masyarakat. Tapi di sisi lain, membuat server yang semula di Vultr, terpaksa harus dipindah ke server lain yang lebih baik kinerjanya. Akhirnya saya memilih Google Cloud, dengan data center di Eropa Tengah (Frankfurt, Jerman). Alasannya agar lebih dekat dengan server Telegram.

Alhamdulillah, setelah server dipindah, AbsenRobot bisa berfungsi lancar. Selama 2 hari lalu, AbsenRobot sempat tersendat-sendat karena terlalu banyak yang memakai.

AbsenRobot masih sepenuhnya dibiayai dari dana pribadi, dan gratis digunakan oleh siapa pun. Semoga aplikasi ini berguna bagi pendidikan di Indonesia.

Catatan tanggal 2 Agustus 2020 jam 09:00:
Server AbsenRobot dipindah lagi. Kali ini ke Netherlands, menggunakan server Vultr yang telah dilengkapi dengan media menyimpan NVMe (lebih cepat dari pada SSD).

Penggunaan AbsenRobot

Mawan A. Nugroho, 30 April 2020.

COVID-19 memaksa mayoritas sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh, atau lebih dikenal dengan istilah BDR (Belajar di Rumah). Beberapa sekolah (termasuk tempat saya mengajar) menggunakan Moodle, Zoom, dan Telegram. Saya pikir, satu CMS dan dua layanan ini adalah kombinasi terbaik. Moodle bisa dipindah-pindah servernya. Saat sebelum ada Covid-19, server ditaruh di sekolah. Setelah ada Covid-19, server dipindah ke VPS (di luar sekolah), misalkan di Gedung Cyber Jakarta atau di Singapura. Pemindahan server ini untuk menjamin server lancar diakses dari rumah.

Masalahnya adalah, sulit mencatat kapan seorang siswa mulai melakukan aktivitas pembelajaran. Walau pun di Moodle ada plugin Attendance, tetap saja dirasa kurang praktis.

Maka dibuatlah bot Telegram bernama AbsenRobot.
Penggunaan bot ini cukup mudah. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Guru membuat group di Telegram.
  2. Ketik AbsenRobot untuk mengundang bot ini masuk ke grup.
  3. Beri nama grup tersebut misalkan: Kelas XI MM 1.
  4. Dapatkan link undangan, lalu beritahukan link ini di Moodle.

Untuk memulai absensi, Creator (Owner) atau boleh juga Admin, mengetik:
/mulai@AbsenRobot

Siswa mengabsen dengan menekan tombol "Hadir". Di situ langsung muncul jam dan menit. Daftar hadir diurut berdasarkan abjad nama.

Untuk menutup Absensi, Creator (Owner) mengetik:
/selesai@AbsenRobot
Harus Creator. Administrator tidak bisa.

Catatan penting:
Untuk alasan ketertiban, Administrator tidak bisa menutup absensi. Yang bisa menutup hanya Creator (Owner), atau biarkan sampai tengah malam. Tepat jam 00:00, absensi akan ditutup sendiri oleh sistem.
Suatu sekolah mungkin ingin agar guru-gurunya bisa menutup absensi, walau pun bukan Creator (Owner) grup. Untuk mewujudkan kesaktian ini, sekolah bisa membuat satu grup khusus guru, kemudian menyampaikan ke saya nomor ID-Group nya dan mentransfer donasi biaya membeli kopi dan cemilan untuk saya, minimal Rp 150.000 per sekolah per bulan. Jumlah guru tak terbatas. Jumlah siswa juga tak terbatas.

Info lebih lengkap tentang donasi, sila hubungi saya di akun Telegram: @mawann.
Bila ingin belajar cara membuat bot, sebaiknya mempelajari langsung ke Telegram Bot API atau berdiskusi dengan orang-orang yang lebih ahli dari pada saya di stackoverflow.com.